Course Content
Topik 1: Tentang Profil dan Jumlah Narasumber
0/2
Topik 2: Bagaimana Menemukan Narasumber dalam Sejarah Lisan?
0/1
Topik 3: Jenis Narasumber
0/1
Topik 4: Menyusun struktur wawancara
0/1
topik 5: Lokasi Interview
0/1
Topik 6: Peralatan Rekaman
0/1
Topik 7: Menggunakan Benda dan Aktivitas dalam Wawancara Sejarah Lisan
0/2
Topik 8: Privasi
0/1
Modul 3: Narasumber

Dalam sejarah lisan, kita sangat bergantung pada ingatan narasumber. Terdapat berbagai perdebatan mengenai apakah ingatan manusia dapat diandalkan atau tidak—topik ini akan dibahas secara lebih mendalam di bagian lain dari modul ini. Namun demikian, yang juga penting adalah bagaimana cara membangkitkan kembali ingatan narasumber atau membantu mereka mengingat hal-hal tertentu secara lebih spesifik. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah meminta narasumber untuk menggambarkan suatu tempat atau peristiwa dari masa lalunya, seperti sekolah, rumah keluarga, atau tempat mereka bekerja. Di samping itu, kita juga dapat menggunakan benda-benda tertentu maupun aktivitas untuk merangsang ingatan mereka.

Benda (Objek)

Salah satu benda yang paling sering digunakan adalah foto. Kita dapat meminta narasumber, sebelum wawancara berlangsung, untuk memilih beberapa foto yang dapat mereka ceritakan atau jelaskan. Melihat foto tersebut dapat membantu mereka mengingat siapa saja yang ada dalam gambar, dan dari situ kita dapat menggali lebih jauh dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutan terkait apa yang tampak di dalam foto atau hubungan dengan peristiwa tertentu.

Hal yang sama juga berlaku untuk benda-benda lainnya. Misalnya, mainan masa kecil, benda yang memiliki makna khusus pada suatu periode tertentu, atau benda yang berkaitan dengan peristiwa penting. Contohnya adalah medali militer yang diperoleh selama bertugas, dokumen pribadi seperti kartu keanggotaan organisasi, atau ijazah dan sertifikat pendidikan.

Seluruh benda ini dapat membantu membangkitkan ingatan narasumber, dan pada saat yang sama membantu pewawancara dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan baru. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan objek dalam wawancara:

  1. Objek harus dijelaskan secara rinci dalam rekaman wawancara. Jika tidak, maka saat mendengarkan ulang rekaman tersebut, kita akan kesulitan memahami konteks pembicaraan yang berkaitan dengan objek tersebut.
  2. Objek bisa membatasi arah wawancara. Ketika narasumber diminta menceritakan foto atau benda tertentu, ada kecenderungan mereka hanya berbicara mengenai apa yang ada di dalam foto, dan mengabaikan hal-hal yang tidak tampak. Oleh karena itu, sebagai pewawancara, kita harus secara sadar mengarahkan percakapan ke topik-topik terkait lainnya, menggunakan objek sebagai titik awal dalam rantai pertanyaan, tanpa terjebak dalam pengulangan yang terbatas pada objek itu saja.