Course Content
Topik 1: Tentang Profil dan Jumlah Narasumber
0/2
Topik 2: Bagaimana Menemukan Narasumber dalam Sejarah Lisan?
0/1
Topik 3: Jenis Narasumber
0/1
Topik 4: Menyusun struktur wawancara
0/1
topik 5: Lokasi Interview
0/1
Topik 6: Peralatan Rekaman
0/1
Topik 7: Menggunakan Benda dan Aktivitas dalam Wawancara Sejarah Lisan
0/2
Topik 8: Privasi
0/1
Modul 3: Narasumber

Pertanyaan kedua adalah berapa banyak orang yang perlu kita wawancarai. Sekali lagi, ini bergantung pada pertanyaan penelitian. Yang penting adalah memikirkan perspektif yang kita butuhkan dan seberapa rumit cerita yang harus dipahami. Kita harus memikirkan ini sebelumnya dan menentukan jumlah target orang yang diwawancarai. Selama penelitian itu sendiri, kita harus mengevaluasi setelah 50-75% wawancara, apakah kita perlu mengoreksi jumlah wawancara atau tidak. Dan, kalua harus dikoreksi: narasumber yang mana harus tambah atau ganti. Dengan begitu, kita akan memiliki pandangan yang lebih baik tentang topik penelitian.

Representativitas kosep sulit dalam penelitian kualitatif. Beberapa orang bahkan mengatakan penelitian kualitatif tidak dapat bersifat representatif. Namun, ini tidak sepenuhnya benar, kita harus memikirkan representasi dengan cara yang berbeda. Jika menyangkut peristiwa sejarah, penelitian akan bersifat representatif jika kita mencakup semua perspektif yang relevan, dari berbagai pihak, berbagai posisi, dll. Jika sudut pandang penting tidak tercakup, wawancara tidak akan mencakup seluruh peristiwa. Ini lebih atau kurang merupakan masalah tidak mendengar hal-hal baru lagi dalam wawancara. Dalam hal itu, data yang kita kumpulkan dapat dianggap representatif.